Presiden Direktur LSM INDONESIA MEMBANGUN

logo LSM 4

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

INDONESIA MEMBANGUN

( LSM – IM )

 No. Inventaris : 73 / D.I / XII / 2000 DEPDAGRI

NAMA            :  PALLER MARBUN, SH

JABATAN     :  PRESIDEN DIREKTUR

INDONESIA MEM JAN 15

10959573_10203252512662826_8772091310323865983_n

NAMA          : NAHOT FRASTIAN, M.KOM

JABATAN    : WAKIL PRESIDEN DIREKTUR

MENEGAKKAN KEBENARAN DEMI KEADILAN

ALAMAT LSM INDONESIA MEMBANGUN :

Kantor Pusat :       Jl. H. Naman No. 99A Pondok Kelapa, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur 13450.

ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAB XIX Struktur Organisasi Lembaga

Pasal 23

“Dewan Pimpinan Pusat s/d Dewan Pimpinan Ranting”

 

  1. A.    Dewan Pimpinan Pusat Terdiri Dari :
    1. I.             Pembina

 

  1. II.          Presiden Direktur

 

  1. III.       Sekretaris Jenderal

 

  1. IV.       Direktur INF/PUBL/ADM dan Pengembangan :
    1. Kabid Informasi / Publikasi
    2. Kabid Administrasi / KTU
    3. Kabid Pengembangan :

DPP, DPD, DPC

 

 

 

  1. V.          Direktur Hukum dan HAM :
    1. Kabid Pengkajian
    2. Kabid Investigasi
    3. Kabid Monitoring

 

  1. VI.       Direktur Humas :
    1. Kabid Kemasyarakatan (LATERAL)
    2. Kabid Pemerintahan (VERTIKAL)
    3. Kabid Kewirausahaan / Perusahaan Swasta.

 

  1. VII.    Direktur Keuangan :

a. Bendahara

 

VIII. Direktur Operasional dan Bina Program :

  1. Kabid Operasional dan Program Pengembangan (Eksternal) :

a.1. Devisi Antar Lembaga

a.2. Devisi Antar Departemen

a.3. Devisi Non Departemen

  1. Kabid Pembangunan
  2. Kabid Transportasi dan Akomodasi

 

  1. IX.       Direktur Perlengkapan dan Rumah Tangga :
    1. Kabid Pengadaan Barang :

a.1.  Devisi KTA

a.2.  Devisi Ateka dan Kep. Lembaga.

 

  1. B.     Dewan Pimpinan Daerah Terdiri Dari :
    1. I.             Penasehat

 

  1. II.          Direktur Daerah

 

  1. III.       Sekretaris Daerah

 

  1. IV.       Direktur INF/PUBL/ADM dan Pengembangan :
    1. Kabid Informasi / Publikasi
    2. Kabid Administrasi / KTU
    3. Kabid Pengembangan :

DPD, DPC

 

  1. V.          Direktur Hukum dan HAM :
    1. Kabid Pengkajian
    2. Kabid Investigasi
    3. Kabid Monitoring

 

 

 

  1. VI.       Direktur Humas :
    1. Kabid Kemasyarakatan (LATERAL)
    2. Kabid Pemerintahan (VERTIKAL)
    3. Kabid Kewirausahaan / Perusahaan Swasta.

 

  1. VII.    Direktur Keuangan :

a. Bendahara

 

VIII. Direktur Operasional dan Bina Program :

  1. Kabid Operasional dan Program Pengembangan (Eksternal) :

a.1. Devisi Antar Lembaga

a.2. Devisi Antar Departemen

a.3. Devisi Non Departemen

  1. Kabid Pembangunan
  2. Kabid Transportasi dan Akomodasi

 

  1. IX.       Direktur Perlengkapan dan Rumah Tangga :
    1. Kabid Pengadaan Barang :

a.1.  Devisi KTA

a.2.  Devisi Ateka dan Kep. Lembaga.

 

  1. C.    Dewan Pimpinan Cabang Terdiri Dari :
    1. I.             Penasehat

 

  1. II.          Direktur Cabang

 

  1. III.       Sekretaris Cabang

 

  1. IV.       Direktur INF/PUBL/ADM dan Pengembangan :
    1. Kabid Informasi / Publikasi
    2. Kabid Administrasi / KTU
    3. Kabid Pengembangan :

DPC, DEPrant

 

  1. V.          Direktur Hukum dan HAM :
    1. Kabid Pengkajian
    2. Kabid Investigasi
    3. Kabid Monitoring

 

  1. VI.       Direktur Humas :
    1. Kabid Kemasyarakatan (LATERAL)
    2. Kabid Pemerintahan (VERTIKAL)
    3. Kabid Kewirausahaan / Perusahaan Swasta.

 

 

 

  1. VII.    Direktur Keuangan :

a. Bendahara

 

VIII. Direktur Operasional dan Bina Program :

  1. Kabid Operasional dan Program Pengembangan (Eksternal) :

a.1. Devisi Antar Lembaga

a.2. Devisi Antar Departemen

a.3. Devisi Non Departemen

  1. Kabid Pembangunan
  2. Kabid Transportasi dan Akomodasi

 

  1. IX.       Direktur Perlengkapan dan Rumah Tangga :
    1. Kabid Pengadaan Barang :

a.1.  Devisi KTA

a.2.  Devisi Ateka dan Kep. Lembaga.

 

 

  1. D.    Dewan Pimpinan Cabang Terdiri Dari :
    1. I.             Penasehat

 

  1. II.          Ketua

 

  1. III.       Sekretaris Ranting

 

  1. IV.       Direktur INF/PUBL/ADM dan Pengembangan :
    1. Kabid Informasi / Publikasi
    2. Kabid Administrasi / KTU
    3. Kabid Pengembangan :

DEPrant

 

  1. V.          Direktur Hukum dan HAM :
    1. Kabid Pengkajian
    2. Kabid Investigasi
    3. Kabid Monitoring

 

  1. VI.       Direktur Humas :
    1. Kabid Kemasyarakatan (LATERAL)
    2. Kabid Pemerintahan (VERTIKAL)
    3. Kabid Kewirausahaan / Perusahaan Swasta.

 

  1. VII.    Direktur Keuangan :

a. Bendahara

 

 

 

 

 

VIII. Direktur Operasional dan Bina Program :

  1. Kabid Operasional dan Program Pengembangan (Eksternal) :

a.1. Devisi Antar Lembaga

a.2. Devisi Antar Departemen

a.3. Devisi Non Departemen

  1. Kabid Pembangunan
  2. Kabid Transportasi dan Akomodasi

 

  1. IX.       Direktur Perlengkapan dan Rumah Tangga :
    1. Kabid Pengadaan Barang :

a.1.  Devisi KTA

a.2.  Devisi Ateka dan Kep. Lembaga.

 

 

 DITETAPKAN DI        :  JAKARTA

PADA TANGGAL         :  11 Desember 2000

a.n

Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun

 

 

 

 

 

 

PALLER MARBUN, SH.

Presiden Direktur

ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAB IX Struktur Organisasi Lembaga

ORGANISASI KEMASYARAKATAN

BAB IX

Struktur Organisasi Lembaga

 

Pasal 12

“Lembaga Pusat s/d Lembaga Sektor”

 

  1. I.                   Lembaga Pusat Terdiri dari :
    1. 1.      Presiden Direktur Nasional
      1. Sekretaris
      2. Asisten Ekonomi
      3. Asisten Sosial
      4. Asisten Politik
      5. Asisten Hukum

 

  1. 2.      Direktur Eksekutif
    1. Sekretaris
    2. Staf Pembinaan
    3. Staf Perencanaan
    4. Staf Pendayagunaan

 

  1. 3.      Deputi Direktur Nasional
    1. Sekretaris
    2. Staf Ahli Pembinaan & Pengawasan Personalia
    3. Staf Ahli Perencanaan & Pengendali Usaha
    4. Staf Ahli Pendayagunaan SDM Intelektual

 

  1. 4.      Deputi Direktur
    1. Sekretaris
    2. Staf Ahli Pembinaan & Pengawasan Personalia
    3. Staf Ahli Perencanaan & Pengendalian Usaha
    4. Staf Ahli Pendayagunaan SDM Intelektual

 

  1. 5.      Dewan Pakar Ekosospolhuk Nas
    1. Ketua
    2. Wakil Ketua
    3. Sekretaris
    4. Ketua Bidang Ekonomi
    5. Kabid Sosial
    6. Kabid Politik
    7. Kabid Hukum
    8. Anggota-anggota setiap bidang

 

 

 

 

  1. 6.      Kepala Adm. & Keuangan
    1. Staf Adm.
    2. Staf Pembukuan & Keuangan
    3. Staf Logistik & Ekspedisi
    4. Staf Perawatan & Pemeliharaan
    5. Keamanan

Para Direktur Dibawah Deputi Direktur

 

  1. 7.      Direktur Informasi & Data
    1. Kabid Informasi & Data
    2. Kabid Peneliti & Pengamat
    3. Kabid Komunikasi & Humas
    4. Kabid Dokumentasi Informasi & Data
    5. Para Staf Kabid

 

  1. 8.      Direktur Organisasi & Personalia
    1. Kabid Organisasi & Personalia
    2. Kabid Pembinaan & Pengawasan Indonesia Barat
    3. Kabid Pembinaan & Pengawasan Indonesia Tengah
    4. Kabid Pembinaan & Pengawasan Indonesia Timur
    5. Para Staf Kabid sesuai dengan kebutuhan

 

  1. 9.      Direktur Startegi & Affair (Stafnas)
    1. Kabid Strategi & Affair
    2. Kabid Perencanaan & Program
    3. Kabid Evaluasi Data
    4. Kabid SDM Intelektual Ekosospolhuk
    5. Kabid Penerbitan & Perpustakaan
    6. Para Staf Kabid sesuai dengan kebutuhan

 

  1. 10.  Direktur PUPESTRA EKOSOSPOLHUKNAS
    1. Kabid Adm. & Keuangan
    2. Kabid Dokumentasi & Arsip
    3. Kabid Diklat & Training
    4. Kabid Humas & Publikasi
    5. Kabid Program & Perencanaan
    6. Kabid Perlengkapan & Pemeliharaan
    7. Komisi PESTRA Ekonomi
    8. Komisi PESTRA Sosial
    9. Komisi PESTRA Politik
    10. Komisi PESTRA Hukum
    11. Para Staf Kabid dan anggota setiap Komisi, sesuai dengan kebutuhan

 

 

 

 

  1. II.                Lembaga Tingkat Daerah (Propinsi)
    1. 1.      Direktur Daerah
      1. Sekretaris
      2. Asisten Ekonomi
      3. Asisten Sosial
      4. Asisten Politik
      5. Asisten Hukum

 

  1. 2.      Dewan Pakar Ekosospolhuk Nas
    1. Ketua
    2. Wakil Ketua
    3. Sekretaris
    4. Ketua Bidang Ekonomi
    5. Ketua Bidang Sosial
    6. Ketua Bidang Politik
    7. Ketua Bidang Hukum Para Anggota-anggota

 

  1. 3.      Kepala Adm. & Keuangan
    1. Staf Administrasi
    2. Staf Pembukuan & Keuangan
    3. Staf Logistik & Ekspedisi
    4. Staf Perawatan & Pemeliharaan
    5. Keamanan

 

  1. 4.      Direktur Informasi & Data
    1. Kabag Informasi & data
    2. Kabag Peneliti & Pengamat
    3. Kabag Komunikasi & Humas
    4. Kabag Dokumentasi Informasi & Data
    5. Para Staf Kabag

 

  1. 5.      Direktur Strategi & Personalia
    1. Kabag Organisasi & Personalia
    2. Kabag Pembinaan & Pengawasan
    3. Para Staf Kabag

 

  1. 6.      Direktur Strategi & Affair
    1. Kabid Strategi & affair
    2. Kabid Perencanaan & Program
    3. Kabid Evaluasi Data
    4. Kabid SDM
    5. Kabid Penerbitan
    6. Para Staf Kabag

 

 

 

  1. 7.      Direktur PUPESTRA EKOSOSPOLHUKDA
    1. Kabag Adm. & Keuangan
    2. Kabag Dokumentasi & Arsip
    3. Kabag Diklat & Training
    4. Kabag Humas & Publikasi
    5. Kabag Program & Perencanaan
    6. Kabag Perlengkapan & Pemeliharaan
    7. Komisi Ekonomi
    8. Komisi Sosial
    9. Komisi Politik
    10. Komisi Hukum
    11. Para Staf Kabag dan Anggota setiap Komisi

 

  1. III.             Lemabaga Tingkat Distrik (Kabupaten/Kotamadya) Direktur Distrik
    1. Kabid Informasi & Data

–  Staf

  1. Kabid Organisasi Personalia

–  Staf

  1. Kabid Strategi & Affair

–  Staf

  1. Kabid Adm. & Keuangan
  2. Anggota Kader Intelektual Ekosospolhuk
  3. Sekretaris Direktur

 

  1. IV.             Tingkat Sektor (Kecamatan)
    1. Kepala Sektor
    2. Kepala Seksi Informasi & Data
      1. Kepala Seksi Informasi & data
      2. Staf-staf
    3. Kepala Seksi Organisasi & Personalia

–  Staf

  1. Kepala Seksi Strategi & Affair

–  Staf-staf

  1. Team Riset Ekosospolhuk

–  Para anggota Riset Ekosospolhuk Akademi

 

BAB X

Kekuasaan Lembaga

 

Pasal 13

Kekuasaan Lembaga

Kekuasaan Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun sepenuhnya diemban oleh para pendiri :

  1. Mengangkat dan memberhentikan para anggota dan staf eksekutif LSM – IM dilaksanakan Hasil Munas Pendiri
  2. Melaksanakan tindakan organisasi terhadap para anggota dan staf serta eksekutif yang indisipliner baik di tingkat pusat, distrik maupun sektor yang dilaksanakan oleh masing-masing pimpinan setingkat atas nama Direktur Eksekutif.
  3. Seluruh data informasi serta semua hasil seminar panel diskusi dan simposium, lokakarya mutlak menjadi hak Lembaga Swadaya Masyarakat “Indonesia Membangun” (LSM – IM).
  4. Mendirikan dan membubarkan Lembaga Daerah, Distrik dan Sektor sepenuhnya berada ditangan presiden Direktur Nasional LSM – IM.

 

BAB XI

Rakernas, Rakerda dan Rakerdis

 

Pasal 14

  1. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) adalah pembahasan strategi dan permasalahan Nasional, Regional dan Internasional yang dihadiri oleh seluruh Direktur Utama Daerah dan para Direktur lainnya.
  2. Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) merupakan pembahasan strategi dan permasalahan ditingkat Daerah dan Nasional yang  dihadiri oleh seluruh Direktur Distrik di jajaran setiap daerah LSM – IM, Rakerda ini dipandu salah seorang Direktur dari pusat dan Dewan Pakar Nasional.
  3. Rapat Kerja Distrik (RAKERDIS) merupakan pembahasan strategis dan permasalahan ditingkat Sektor dan Distrik yang dihadiri seluruh Kepala Sektor LSM – IM disetiap distrik yang bersangkutan
  4. Rapat Dewan Pakar Nasional di bidang ekonomi, sosial politik dan hukum (PUPESTRA EKOSOSPOLHUKNAS) pesertanya ialah seluruh anggota Dewan Pakar Ekosospolhukda (PUPESTRA EKOSOSPOLHUKDA) dari setiap daerah LSM – IM di seluruh Indonesia
  5. Rapat Dewan Pakar Daerah dibidang ekonomi,  sosial politik dan hukum yang bernaung di bawah “PUPESTRA EKOSOSPULHUKDA” pesertanya adalah seluruh anggota Kader Sarjana Kebangsaan.

 

BAB XII

Keputusan Lembaga

 

Pasal 15

  1. Keputusan tertinggi ada ditangan Presiden Direktur Nasional dan untuk Daerah dilaksanakan oleh Direktur Umum Daerah atas nama Presiden Direktur Nasional sampai ketinggian Sektor LSM – IM.
  2. Setiap Keputusan yang dilakukan oleh Direktur Umum Daerah, Direktur Distrik, dan Kepala Sektor harus ada tembusan ke Presiden Direktur Nasional LSM – IM.

 


BAB XIII

Peraturan-peraturan Lembaga

 

Pasal 16

Lembaga ini mempunyai peraturan-peraturan sebagai berikut :

  1. AD/RT Lembaga ditetapkan oleh Lembaga Pusat yang ditandatangani oleh Presiden Direktur Nasional LSM – IM.
  2. Peraturan-peraturan dan Ketetapan-ketetapan Lembaga ditetapkan oleh Lembaga Pusat yang ditandatangani oleh Presiden Direktur Nasional LSM – IM.
  3. Peraturan dan ketetapan Lemabaga Hasil Munas Pendiri.

 

BAB XIV

“Harta Kekayaan”

 

Pasal 17

Seluruh harta kekayaan dilembaga ini dikelola oleh Lembaga Pusat dan Lembaga Daerah, atau Dewan  Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD)

 

BAB XV

“Kelangsungan Kepemimpinan Lembaga”

 

Pasal 18

Demi kelangsungan kepemimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun ini dimasa mendatang maka dilakukan :

  1. Penunjukan langsung oleh para pendiri kepada calon Presiden Direktur Nasional Pengganti. Hal itu, terjadi bila Presiden Direktur Nasional tidak mampu lagi melanjutkan kepemimpinannya di LSM – IM.
  2. Kepemimpinan lembaga ini dapat dilaksanakan oleh Direktur Eksekutif menunggu Munas pendiri LSM – IM, diadakan untuk memilih Presiden Direktur Nasional yang dipenitif, bila Presiden Direktur Nasional sebelumnya tidak dapat melanjutkan tugasnya.

BAB XVI

Perubahan – perubahan

 

Pasal 19

  1. Asas Lembaga Swadaya Masyarak Indonesia Membangun seperti tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) Lembaga ini tidak dapat dirubah
  2. Perubahan Anggaran Dasar (AD) lembaga boleh dilakukan oleh Lembaga Pusat bila dipandang perlu berdasarkan perkembangan zaman/situasi dan kondisi.
  3. Perubahan-perubahan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) Lembaga dilakukan oleh Lembaga Pusat.

 


BAB XVII

Ketentuan Penutup

 

Pasal 20

  1. Hal – hal yag belum diatur dalam Anggaran Dasar (AD) ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga (ART), Peraturan Pusat. Pedoman Pusat, dan ketentuan-ketentuan lainnya yang tidak boleh bertentangan dengan anggaran dasar (AD) LSM – IM.
  2. Anggaran Dasar (AD) ini dibuat dan ditetapkan oleh Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun pada hari Senin di Jakarta.

 

BAB XVIII

Tinjauan Struktur Organisasi

 

Pasal 21

Apabila dianggap perlu, Struktur organisasi dapat ditinjau dalam rangka penyesuaian, guna memperoleh efesiensi ke pemimpinan.

 

Pasal 22

Struktur Organisasi untuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (Sektor) resmi berlaku apabila telah ada persetujuan dan pusat.

ORGANISASI KEMASYARAKATAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun

ORGANISASI KEMASYARAKATAN

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun

 

ORGANISASI KEMASYARAKATAN

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun

 

 

BAB I

Nama, Waktu dan Tempat Kedudukan

 

Pasal 1

Organisasi ini diberi nama : Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun disingkat LSM – IM, selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Lembaga Kemasyarakatan.

 

Pasal 2

  1. Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun ini dibentuk dan didirikan oleh Para Pendiri pada hari senin tanggal 11 Desember 2000 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan lamanya.
  2. Para pendiri lembaga ini adalah :
  1. PALLER MARBUN, SH.
  2. ABDUL RAHMAN NAWAWI

 

 

BAB II

Asas

 

Pasal 3

Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun ini beasaskan “Pancasila dan UUD’45”.

 

 

BAB III

Tujuan

 

Pasal 4

Tujuan Lembaga ini adalah mewujudkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 yaitu :

  1. Tegaknya kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia yang penuh sebagai Negara Kesatuan dan Negara Hukum, berdasarkan penegakan supremasi hukum dan perundang-undangan.
  2. Terwujudnya masyarakat adil dan makmur dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  3. Mengembangkan kehidupan yang demokratis berdasarkan demokrasi Pancasila.
  4. Melaksanakan pengamatan terhadap tegaknya keadilan ekonomi, sosial politik dan hukum di Bumi Nusantara Indonesia.
  5. Menjembatani program kerja pemerintah.

 

 

BAB IV

“Kegiatan & Usaha Lembaga”

 

Pasal 5

“Kegiatan Lembaga”

  1. Melaksanakan dan menyelenggarakan panel diskusi, sinopsium, lokakarya dan seminar ekonomi, sosial politik dan hukum bertaraf nasional, regional dan internasional.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia supaya menjadi tenaga yang handal dan terampil serta memiliki wawasan yang luas dan mendalam terhadap pengertian ekonomi, sosial politik dan  hukum, demi bangsa dan Negara Republik Indonesia.

 

Pasal 5a

“Usaha-usaha Lembaga”

  1. Mendirikan Usaha Penerbit Media Cetak Majalah Bulanan dan Tabloid Mingguan LSM Indonesia Membangun.
  2. Mendirikan perusahaan berbadan hukum yayasan dan koperasi disetiap tingkat propinsi. Cabang-cabangnya disetiap Ibu Kota Kabupaten Maupun di Kota Madya, yang berbentuk Otonomi di setiap wilayah kerja LSM – IM.
  3. Mempersiapkan konsep-konsep dibidang ekonomi, sosial politik dan hukum bagi Bangsa dan Negara demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan kebutuhan bangsa di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan UUD 1945.

 

BAB V

Peranan dan Fungsi

 

Pasal 6

Peran :

  1. Melakukan pengamatan terhadap penyelenggaraan kehidupan ekonomi, sosial politik dan hukum yang dicita-citakan oleh Pancasila dan UUD 1945.
  2. Melakukan pengkajian dan strategi ekonomi, sosial politik dan hukum berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, ditingkat daerah yang ditangani “PUPESTRA EKOSOSPOLHUKDA” dan untuk tingkat pusat ditangani oleh “PUPESTRA EKOSOSPOLHUKNAS. LSM – IM”.

 

Pasal 7

Fungsi

  1. Membentuk jiwa dan pola pikir para Sarjana Generasi Muda Bangsa, supaya menjadi sarjana-sarjana yang berwawasan Nasional, berjiwa kebangsaan yang penuh pengabdian dan bersifat patriotis sesuai dengan semangat Pancasila.
  2. Mempersiapkan kader-kader intelektual bangsa setiap untuk berperan serta mengisi Pembangunan dan menjadi pelaku gerakan aksi sadar Ekosospolhuk di seluruh pelosok tanah air Indonesia, demi bangsa dan Negara Kesatuan RI.

 

 

BAB VI

Sifat dan Bentuk

 

Pasal 8

Sifat

Bahwa lembaga ini bersifat independen dan berjiwa kebangsaan, yang berwawasan Nasional.

 

Pasal 9

Bentuk

Lembaga ini berbentuk suatu lembaga pengabdian yang profesional dibidang ekonomi, sosial politik dan Hukum.

 

BAB VII

Keanggotaan

 

Pasal 10

Yang dapat diterima menjadi anggota lembaga ini adalah :

  1. warga negara Indonesia yang sudah dewasa, menyatakan setuju asas dan tujuan lembaga
  2. Sanggup ikut dalam setiap usaha-usaha lembaga dan tunduk kepada AD/ART serta peraturan-peraturan lembaga.
  3. Minimal berpendidikan setingkat SLTA untuk staf eksekutif
  4. Minimal S 1 dibidang Ilmu Ekonomi-Sosial-Politik-Hukum untuk Dewasa pakar maupun untuk menjadi anggotanya.

 

BAB VIII

Wilayah Lembaga

 

Pasal 11

  1. Wilayah lembaga meliputi seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.
  2. Wilayah tersebut dibagi atas tingkatan wilayah setingkat dengan tingkatan lembaga sebagai berikut :
    1. Tingkat Nasional setingkat dengan tingkatan Lembaga Pusat
    2. Tingkat Propinsi setingkat dengan tingkatan Lembaga Daerah
    3. Tingkat Kabupaten / Kotamadya setingkat dengan tingkatan Lembaga Distrik
    4. Tingkat Kecamatan setingkat dengan Lembaga Sektor

 

  1. Dari Lembaga Pusat ke Lembaga Daerah dan Lembaga Distrik terjalin hubungan hierarkis organisatoris, sedangkan untuk lembaga sektor terjalin hubungan yang bersifat administrasi, informatif dan data.

 

 

PROGRAM JANGKA PANJANG

PROGRAM JANGKA PANJANG

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin sempurna akibat dengan dorongan kemajuan berfikir secara abstrak (Imajinasi) dalam berbagai kehidupan, budaya, kebutuhan dan lain-lain yang menghantar umat manusia memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sementara disisi lain, keterbatan kepuasan serta semangat manusia kreatif tidak pernah berhenti, sehingga obsesi atau gambaran gagasan lanjutan merupakan prioritas untuk dicapai, baik segi teknis dan manfaatnya.

 

Gagasan kendalanya simetris / seimbang dengan realita kehidupan kita. Ketidak sesuaian akan menimbulkan konflik. Selanjutnya kehidupan yang seimbang dengan gagasan dapat diperoleh dengan cara merealisasikan gagasan tersebut menjadi sebuah karya yang penuh perencanaan. Sehingga menjadi paradiguna yang menuju masa depan yang baik.

 

Indikasi tersebut diatas, kemungkinan besar akan dihadapi oleh pemimpin – pemimpin bila dalam pemerintahan di negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Sehingga dengan demikian sebagai program jangka panjang Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun yaitu untuk mengelementasikan pemberdayaan diri ataupun lingkungan moral agar tetap dalam kerangka peraturan perundangan-undangan dan nilai-nilai agama. Sehingga penentuan harkat dan wawasan pertumbuhan selalu dalam standar universal dan berdimensi etika yang benar. Dengan demikian, diharapkan walau membuat rambu-rambu merah dalam rentang keseimbangan antara Visi agamatis terhadap modermisasi sekotar yang bernuansa westernisasi.

 

 

Jakarta, Tanggal ……. Februari 2010

a.n

Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia membangun

 

 

 

 

 

 

 

PALLER MARBUN, SH.

PRESIDEN DIREKTUR

PROGRAM JANGKA PANJANG

PROGRAM JANGKA PANJANG

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin sempurna akibat dengan dorongan kemajuan berfikir secara abstrak (Imajinasi) dalam berbagai kehidupan, budaya, kebutuhan dan lain-lain yang menghantar umat manusia memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sementara disisi lain, keterbatan kepuasan serta semangat manusia kreatif tidak pernah berhenti, sehingga obsesi atau gambaran gagasan lanjutan merupakan prioritas untuk dicapai, baik segi teknis dan manfaatnya.

 

Gagasan kendalanya simetris / seimbang dengan realita kehidupan kita. Ketidak sesuaian akan menimbulkan konflik. Selanjutnya kehidupan yang seimbang dengan gagasan dapat diperoleh dengan cara merealisasikan gagasan tersebut menjadi sebuah karya yang penuh perencanaan. Sehingga menjadi paradiguna yang menuju masa depan yang baik.

 

Indikasi tersebut diatas, kemungkinan besar akan dihadapi oleh pemimpin – pemimpin bila dalam pemerintahan di negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Sehingga dengan demikian sebagai program jangka panjang Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun yaitu untuk mengelementasikan pemberdayaan diri ataupun lingkungan moral agar tetap dalam kerangka peraturan perundangan-undangan dan nilai-nilai agama. Sehingga penentuan harkat dan wawasan pertumbuhan selalu dalam standar universal dan berdimensi etika yang benar. Dengan demikian, diharapkan walau membuat rambu-rambu merah dalam rentang keseimbangan antara Visi agamatis terhadap modermisasi sekotar yang bernuansa westernisasi.

 

 

Jakarta, Tanggal ……. Februari 2010

a.n

Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia membangun

 

 

 

 

 

 

 

PALLER MARBUN, SH.

PRESIDEN DIREKTUR

Bentuk Usaha-usaha Pendukung Misi Lembaga

  1.              Bentuk Usaha-usaha Pendukung Misi Lembaga

 

Demi mendukung Misi LSM – IM, diperlukan suatu usaha nyata yang menjadi sumber dana tetap.

 

 

 

Untuk sumber dana tetap dimaksud maka dalam program jangka panjang LSM – IM akan mendirikan usaha berikut :

  1. Untuk tingkat pusat akan didirikan suatu perusahaan penerbitan majalah dan Tabloid LSM – IM. Majalah dan Tabloid tersebut akan didistribusikan secara luas ke seluruh tanah air melalui jaringan oranisasi lembaga ini.
  2. Untuk tingkat daerah akan didirikan perusahaan – Yayasan atau Koperasi LSM – IM yang bentuknya masing-masing otonomi di bawah pimpian DirekturUtama Daerah LSM – IM dan cabang-cabangnya keseluruh Distrik LSM – IM yang ada di setiap Kotamadya dan Kota Kabupaten.

 

Demikianlah “Wawasan Misi LSM – IM” ini diperbut dengan semestinya, guna dapat diketahui. Adanya oleh semua pihak terkait, demi lancarnya misi Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Membangun di seluruh wilayah Nusantara Indonesia.

 

Ciri Khas Misi LSM – INDONESIA MEMBANGUN

Ciri Khas Misi LSM – INDONESIA MEMBANGUN

Merupakan ciri khas bagi misi lembaga Independen LSM – IM di dalam segala ruang gerak pejabat lembaga, adanya hubungan baik tersebut adalah :

  1. Senantiasa menjalin hubungan baik dengan pihak pemerintah yakni :

Presiden – Gubernur – Bupati / Walikota – Camat dan Lurah

  1. Senantiasa menjalin hubungan baik dengan pihak :

Mahkamah Agung – Menteri Kehakiman – Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Pengadilan Negeri.

  1. Senantiasa menjalin hubungan baik dengan pihak :

Kejaksaan Agung – Kejaksaan Tinggi – Kejaksaan Negeri

  1. Senantiasa menjalin hubungan baik dengan pihak :

Menhankam – Pangab – Pengdam – Dandim dan Danrem – Danramil, Kapolri, Kepolda, Kapolres.

  1. Senantiasa menjalin hubungan baik dengan pihak :